Anda Alumni SMKN 1 Adiwerna..? ada form yang perlu anda isi (klik menu Alumni), terima kasih

Elemen Halaman Mempunyai Fungsi Scroll

Selasa, 28 April 2009

Untuk membuat halaman dengan fungsi scroll anda hanya membuat kode seperti ini :

<div style="overflow:auto;width:300px;height:200px;padding:10px;border:1px solid #eee">

isi halaman

</div>

Contoh :

<div style="overflow:auto;width:300px;height:200px;padding:10px;border:1px solid #eee">
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/bikin-blog.html"> Panduan membuat blog</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/cara-setting-blog.html">Cara setting blog</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/memilih-template.html">Memilih template</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/mengatur-hurup-dan-warna.html">Mengatur huruf dan warna</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/cara-memposting-artikel.html">Cara memposting artikel</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/membuat-read-more-1.html">buat Read more pada template klasik</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/membuat-text-area.html">Cara membuat Text Area</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/membuat-menu-dropdown.html">Cara membuat menu dropDown</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/upload-gambar-dan-foto-profile.html">cara Upload foto</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/membuat-link-1.html">Cara membuat Link(1)</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/membuat-link-2.html">Cara membuat Link(2)</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/membuat-marquee.html">Cara membuat marquee (text berjalan)</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/membuat-refresh.html">Cara membuat efek Refresh</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/kode-html-tampil-di-posting.html">Kode HTML tampil pada postingan</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/masalah-posting-artikel.html">Masalah posting artikel</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/yahoo-messenger-emoticons.html">Simbol Yahoo! Emoticons</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/blogger-emoticons.html">Simbol Blogger Emoticons</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/pasang-jam-blog-di-sidebar.html">Cara Pasang jam </a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/membuat-banner-animasi.html">Cara membuat banner animasi</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/pasang-buku-tamu-di-sidebar.html">Cara membuat buku tamu</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/tutorial-html.html">HTML Tutorial</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/download-gratis.html">Free Download</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/membuat-foto-animasi.html">Foto animasi</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/pasang-statistik-tarcker.html">Cara pasang Statistik & Tracker</a>
<br />
<a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/ie-firefox-dalam-satu-komputer.html">Perlunya IE dan FireFox</a>
</div>
Maka hasilnya akan seperti ini  :

Sedikit saya terangkan agar sedikit jelas.

Didalam kode tersebut, yang berperan besar adalah kode yang ada dalam style. Dengan style itulah kita bisa membuat apa yang kita inginkan. Berikut adalah perintah-perintah yang di pakai :

overflow:auto; » kode ini agar tercipta scrolling atau penggulung halaman apabila isi dari halaman tersebut sudah melampaui batas tinggi atau lebar yang telah di tentukan.

width:300px; » adalah lebar bidang yang di inginkan, dalam hal ini adalah sebesar 300 pixel, nilai ini tentunya di sesuaikan dengan keinginan atau di sesuaikan dengan lebar sidebar yang ada. namun, agar selalu sesuai dengan sidebar maka sebaiknya memakai nilai 100% (width:100%).

height:200px; » adalah tinggi bidang yang di inginkan, nilai ini bisa di ubah sesuai keinginan, misal jadi 250px atau nilai yang lainnya.

padding:10px; » adalah kode pembuat jarak agar tulisan yang ada dalam halaman tersebut tidak menabrak dinding halaman, nilai ini tentu saja bisa di ubah sesuai keinginan. misal : padding:5px;

border:1px solid #eee » agar bidang tersebut terlihat ada kotaknya, jika anda tidak menginginkan ada terlihat kotaknya, maka tinggal di hapus saja.

Selain kode-kode tersebut, tentu saja anda bisa menambahkan berbagai variasi sesuai dengan keinginan, misalkan backgroundnya berbentuk gambar, fontnya yang berbeda atau apa saja sesuai dengan keinginan anda.

Isi dari halaman tersebut tentu saja bukan hanya berisi link seperti yang kang Rohman contohkan, anda bisa mengisinya dengan yang anda inginkan. Misalkan tulisan biasa, gambar, iklan atau apa saja.

Saya masih bingung di mana nyimpen kode di atasss? hiksss…. seperti biasanya, anda tinggal masuk ke halaman dashbord » Tata letak » Elemen Halaman » Tambah Gadget » Pilih untuk JavaScript/HTML » Masukan kodenya » Simpan » selesai.

Selamat bereksperimen !

dikutip dari : http://kolom-tutorial.blogspot.com/2008/09/elemen-halaman-mempunyai-fungsi-scroll.html

diedit oleh : Aminudin

Image and video hosting by TinyPic


Selengkapnya...

Komponen Elektronika TRANSISTOR

Senin, 27 April 2009

TRANSISTOR

3.1 Karakteristik Input

Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran electron sebagai prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor dan basis. Karena itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau disingkat dengan dioda kolektor.

Bagian emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka apabila dioda emitter-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa. Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat.

3.2 Percobaan Karakteristik Input

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengukur arus basis Ib sebagai fungsi Vbe (karakteristik input transistor).

Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

* Langkah pertama yaitu gunakan transistor NPN kemudian rangkailah seperti pada Gambar 3.1 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.



Gambar 3.1 Rangkaian percobaan karakteristik input transistor NPN

* Setelah diberi sumber tegangan maka akan terbentuk grafik Ib fungsi Vbe pada layar oscilloscope, dapat dilihat pada Gambar 3.2.



Gambar 3.2 Grafik Ib fungsi Vbe pada transistor NPN

* Grafik diatas terlihat seperti grafik dioda biasa, hal ini dikarenakan dioda emitter-basis dibias maju sehingga perubahan arus emitter menurut tegangan emitter ke basis akan serupa dengan karakteristik maju dari dioda hubungan p-n.
* Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat.
* Setelah mengetahui karakteristik input transistor NPN, sekarang gunakan transistor PNP dan rangkailah seperti pada Gambar 3.3 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.



Gambar 3.3 Rangkaian percobaan karakteristik input transistor PNP

* Setelah diberi sumber tegangan maka akan terbentuk grafik Ib fungsi Vbe yang serupa dengan grafik transistor NPN tetapi arahnya berlawanan.

3.3 Karakteristik Output

Sebuah transistor memiliki empat daerah operasi yang berbeda yaitu daerah aktif, daerah saturasi, daerah cutoff, dan daerah breakdown. Jika transistor digunakan sebagai penguat, transistor bekerja pada daerah aktif. Jika transistor digunakan pada rangkaian digital, transistor biasanya beroperasi pada daerah saturasi dan cutoff. Daerah breakdown biasanya dihindari karena resiko transistor menjadi hancur terlalu besar.

3.4 Percobaan Karakteristik Output

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengukur arus kolektor Ic sebagai fungsi Vce (karakteristik output)

Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

* Langkah pertama yaitu gunakan transistor NPN dan rangkailah seperti pada Gambar 3.4 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.



Gambar 3.4 Rangkaian percobaan karakteristik output transistor NPN

* Setelah diberi sumber tegangan maka akan terbentuk grafik Ic fungsi Vce pada layar oscilloscope, dapat dilihat pada Gambar 3.5.



Gambar 3.5 Grafik Ic fungsi Vce pada transistor NPN

* Grafik diatas memiliki daerah yang berbeda dimana kerja transistor berubah. Pertama, terdapat bagian naik diawal kurva. Bagian miring kurva ini disebut dengan daerah saturasi. Pada daerah ini, dioda kolektor tidak memiliki tegangan positif yang cukup untuk mengumpulkan semua elektron bebas yang diinjeksikan ke basis. Pada daerah ini, arus basis Ib lebih besar daripada normalnya dan gain arus ߤc lebih kecil daripada normalnya.
* Kedua, ada daerah ditengah dimana daerah ini merupakan daerah kerja normal transistor. Pada daerah ini, dioda emitter terbiasmajukan dan dioda kolektor terbiasbalikkan. Lebih lanjut, kolektor mengumpulkan hampir semua elektron yang dikirimkan emitter ke basis. Inilah mengapa perubahan pada tegangan kolektor tidak berpengaruh pada arus kolektor. Daerah ini disebut sebagai daerah aktif. Secara grafis, daerah aktif adalah bagian horizontal dari kurva. Dengan katalain, arus kolektor konstan pada daerah ini.
* Ada juga daerah operasi lain yang disebut sebagai daerah breakdown. Transistor tidak boleh beroperasi pada daerah ini karena akan rusak. Tidak seperti dioda zener yang teroptimasisasi pada operasi breakdown, transistor tidak dimaksudkan untuk bekerja di daerah breakdown.
* Setelah mengetahui karakteristik output transistor NPN, sekarang gunakan transistor PNP dan rangkailah seperti pada Gambar 3.6 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.



Gambar 3.6 Rangkaian percobaan karakteristik output transistor PNP

* Setelah diberi sumber tegangan maka akan terbentuk grafik Ic fungsi Vce yang serupa dengan grafik transistor NPN tetapi arahnya berlawanan.

3.5 Karakteristik Transfer Transistor (ߩ

Parameter ߠdari transistor merupakan perolehan arus maksimum yang dapat diperoleh kalau transistor bekerja dalam ragam umum emitter (CE). Beta dc (disimbolkan ߤc) sebuah transistor didefinisikan sebagai rasio arus kolektor dc dengan arus basis dc. Beta dc juga dikenal sebagai gain arus karena arus basis yang kecil dapat menghasilkan arus kolektor yang jauh lebih besar.

3.6 Percobaan Karakteristik Transfer Transistor

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengukur arus kolektor Ic sebagai fungsi Ib (karakteristik transfer transistor).

Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

* Langkah pertama yaitu merangkai rangkaian seperti pada Gambar 3.7 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.



Gambar 3.7 Rangakaian karakteristik transfer transistor

* Saat sumber tegangan di berikan pada rangkaian tersebut kondisi transistor pada saat itu belum aktif, hal ini disebabkan transistor belum terpicu.
* Setelah diberi sumber tegangan, untuk mengaktifkan transistor dilakukan pemicuan dengan mengatur potensiometer sampai didapatkan arus Ic.
* Kemudian ukurlah arus Ic dengan mengubah-ubah arus basisnya (Ib). Arus Ib diubah-ubah dengan potensiometer.

3.7 Transistor sebagai saklar

Bias basis berguna didalam rangkaian-rangkaian digital karena rangkaian tersebut biasanya dirancang untuk beroperasi didaerah jenuh dan cutoff. Oleh sebab itu, mereka memiliki tegangan keluaran rendah ataupun tegangan keluran tinggi. Rangkaian digital sering dinamakan rangkaian saklar karena titik Q berubah diantara dua titik pada garis beban yaitu daerah jenuh dan cutoff.

3.8 Percobaan Transistor sebagai saklar

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengaplikasikan transistor sebagai saklar.

Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

* Langkah pertama yaitu merangkai rangkaian seperti pada Gambar 3.8 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai.



Gambar 3.8 Rangkaian percobaan transistor sebagai saklar

* Saat sumber tegangan di berikan pada rangkaian tersebut kondisi transistor pada saat itu belum aktif, hal ini disebabkan transistor belum terpicu. Transistor belum terpicu karena saklar off sehingga tidak ada arus yang mengalir (transistor dalam keadaan cut off).
* Untuk mengaktifkan transistor, dilakukan pemicuan dengan menggunakan saklar sehingga lampu akan menyala. Pada saat saklar on maka akan ada arus yang mengalir ke basis yang kemudian akan dikuatkan oleh transistor sehingga dapat menyalakan lampu.

Image and video hosting by TinyPic


Selengkapnya...

Komponen Elektronika SCR

SCR (THYRISTOR)

2.1 Karakteristik SCR (Silicon Controlled Rectifier)

Sebuah SCR terdiri dari tiga terminal yaitu anoda, katoda, dan gate. SCR berbeda dengan dioda rectifier biasanya. SCR dibuat dari empat buah lapis dioda. SCR banyak digunakan pada suatu sirkuit elekronika karena lebih efisien dibandingkan komponen lainnya terutama pada pemakaian saklar elektronik.

SCR biasanya digunakan untuk mengontrol khususnya pada tegangan tinggi karena SCR dapat dilewatkan tegangan dari 0 sampai 220 Volt tergantung pada spesifik dan tipe dari SCR tersebut. SCR tidak akan menghantar atau on, meskipun diberikan tegangan maju sampai pada tegangan breakovernya SCR tersebut dicapai (VBRF). SCR akan menghantar jika pada terminal gate diberi pemicuan yang berupa arus dengan tegangan positip dan SCR akan tetap on bila arus yang mengalir pada SCR lebih besar dari arus yang penahan (IH).

Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) SCR adalah dengan mengurangi arus Triger (IT) dibawah arus penahan (IH). SCR adalah thyristor yang uni directional,karena ketika terkonduksi hanya bisa melewatkan arus satu arah saja yaitu dari anoda menuju katoda. Artinya, SCR aktif ketika gate-nya diberi polaritas positif dan antara anoda dan katodanya dibias maju. Dan ketika sumber yang masuk pada SCR adalah sumber AC, proses penyearahan akan berhenti saat siklus negatif terjadi.

2.2 Percobaan SCR

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui Karakteristik Silicon Controlled Rectifier (SCR) pada oscilloscope, menyelidiki hubungan antara tegangan pemicuan gerbang (VGT) dengan tegangan maju SCR keadaan mati (VGT), mengukur arus minimal (IH) yang mengalir pada SCR agar tetap on.

Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sbb:
• Langkah pertama yaitu merangkai rangkaian seperti pada Gambar 2.1 dimana sumber tegangan dan sumber arus diberikan setelah rangkaian selesai.

• kemudian sumber tegangan di berikan pada rangkaian tersebut dimana kondisi SCR pada saat itu belum aktif, hal ini disebabkan SCR belum terpicu.

• Setelah diberi sumber tegangan, untuk mengaktifkan SCR dilakukan pemicuan dengan mengatur Resistor Variabel (VR) sampai lampu menyala atau arus yang mengalir pada SCR (IT) lebih besar dari arus penahan (IH).



Gambar 2.1 Rangkaian percobaan SCR

• Apabila SCR sudah aktif maka kita dapat mengetahui besarnya arus Gate (IG), arus penahan (IH) dengan melihat pada Ampermeter dan juga dapat mengetahui besarnya tegangan Gate (VGT), tegangan Anoda Katoda (VAK) pada Voltmeter.

• Selain mengetahui besarnya arus dan tegangan melalui Ampermeter dan Voltmeter, untuk mengetahui karakteristik dari arus yang mengalir pada SCR dengan osiloskop, dapat dilihat pada Gambar 2.2.



Gambar 2.2 Arus yang mengalir pada SCR

• Pada osiloskop dapat dilihat bahwa pada saat SCR terpicu maka SCR akan aktif dan Arus yang mengalir pada SCR(IT) lebih besar dari Arus penahan (IH) sehingga arus mulai menghantar dan lampu menyala. Garis putus-putus pada osiloskop artinya menandakan bahwa SCR belum aktif atau Arus yang mengalir pada SCR (IT) lebih kecil dari Arus penahan (IH).

• Pada saat Arus yang mengalir pada SCR (IT) lebih kecil dari Arus penahan (IH), maka SCR akan off (tidak aktif) kembali. karena sumber tegangan yang diberikan merupakan tegangan AC sehingga karateristik yang terlihat pada osiloskop arus mengalir bolak-balik tetapi karena ada dioda sehingga arus pada sinyal negatif menjadi terpotong.



Gambar 2.3 Tegangan pada SCR

• Berbeda halnya dengan karakteristik tegangan pada SCR, untuk mengetahui karakteristik tegangan pada SCR itu sendiri dengan osiloskop, dapat dilihat pada Gambar 2.3.

• Pada saat SCR belum aktif atau arus belum mengalir maka tegangan pada SCR sama besarnya dengan tegangan masukan yaitu tegangan arus bolak-balik. karakteristik ini dapat dilihat pada osiloskop Gambar 2.3 dimana pada osiloskop terlihat bahwa mula-mula tegangannya bolak-balik sama seperti tegangan masukan. Tetapi setelah tegangan Anodanya sama atau melebihi tegangan breakover maka SCR aktif sehingga tegangan breakover maju pada SCR akan mengalami penurunan. Karakteristik ini dapat dilihat pada garis putus-putus pada osiloskop dimana pada saat itu SCR aktif atau arus mulai menghantar.



Gambar 2.4 Lissayous SCR

• Untuk melihat karateristik arus fungsi tegangan atau karakteristik lissayous antara arus yang mengalir pada SCR dengan tegangan pada SCR itu sendiri dapat dilihat pada Gambar 2.4. dimana tegangan mula-mula pada SCR sama dengan tegangan masukan setelah tegangan anodanya sama dengan tegangan breakover maka SCR terpicu atau aktif sehingga ada arus yang mengalir pada SCR.

2.3 Karakteristik TRIAC

TRIAC tersusun dari lima buah lapis semikonduktor yang banyak digunakan pada pensaklaran elektronik. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi directional. TRIAC merupakan dua buah SCR yang dihubungkan secara paralel berkebalikan dengan terminal gate bersama.
Berbeda dengan SCR yang hanya melewatkan tegangan dengan polaritas positif saja, tetapi TRIAC dapat dipicu dengan tegangan polaritas positif dan negatif, serta dapat dihidupkan dengan menggunakan tegangan bolak-balik pada Gate. TRIAC banyak digunakan pada rangkaian pengedali dan pensaklaran.

TRIAC hanya akan aktif ketika polaritas pada Anoda lebih positif dibandingkan Katodanya dan gate-nya diberi polaritas positif, begitu juga sebaliknya. Setelah terkonduksi, sebuah TRIAC akan tetap bekerja selama arus yang mengalir pada TRIAC (IT) lebih besar dari arus penahan (IH) walaupun arus gate dihilangkan. Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) TRIAC adalah dengan mengurangi arus IT di bawah arus IH.

2.4 Percobaan TRIAC

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui karakteristik TRIAC pada oscilloscope, menyelidiki hubungan antara tegangan pemicuan gerbang (VGT) dengan tegangan maju TRIAC keadaan mati (VD), dan menyelidiki arus dan tegangan pemicu TRIAC bila diberi pemicu dengan polaritas tegangan yang berbeda.

Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sbb:

• Langkah pertama yaitu merangkai rangkaian seperti pada gambar 2.5 dimana sumber tegangan dan sumber arus diberikan setelah selesai.



Gambar 2.5 Rangkaian Percobaan TRIAC

• Perbedaan antara SCR dan TRIAC dapat dilihat juga pada Rangkaiannya yaitu pada rangkaian TRIAC tidak terdapat dioda hal ini disebabkan karena TRIAC dapat bekerja atau dipicu dengan tegangan positif dan negatif.

• Setelah rangkaian selesai di rangkai, kemudian sumber tegangan di berikan pada rangkaian tersebut dimana kondisi TRIAC pada saat itu belum aktif, hal ini disebabkan TRIAC belum terpicu.

• Apabila sumber tegangan sudah diberikan, maka untuk mengaktifkan TRIAC dilakukan pemicuan dengan mengatur Resistor Variabel (VR) sampai lampu menyala atau arus yang mengalir pada TRIAC (IT) lebih besar dari arus penahan (IH).

• Untuk pemicuan TRIAC dengan tegangan positif, polaritas anoda harus lebih positif dibandingkan katodanya sedangkan untuk pemicuan dengan tegangan negative maka polaritas katodanya harus lebih positif dibandingkan anodanya.

• Apabila TRIAC sudah aktif maka kita dapat mengetahui besarnya arus Gate (IG), arus penahan (IH) dengan melihat pada Ampermeter dan juga dapat mengetahui besarnya tegangan Gate (VGT), tegangan Anoda Katoda (VAK) pada Voltmeter

• Selain mengetahui besarnya arus dan tegangan melalui Ampermeter dan Voltmeter, untuk mengetahui karakteristik dari arus yang mengalir pada TRIAC dengan osiloskop, dapat dilihat pada Gambar 2.2.

• Selain mengetahui besarnya arus dan tegangan melalui Ampermeter dan Voltmeter, untuk mengetahui karakteristik dari arus yang mengalir pada TRIAC dengan osiloskop, dapat dilihat pada Gambar 2.6



Gambar 2.6 Arus yang mengalir pada TRIAC

• Pada osiloskop dapat dilihat bahwa pada saat TRIAC terpicu maka TRIAC akan aktif dan Arus yang mengalir pada TRIAC(IT) lebih besar dari Arus penahan (IH) sehingga arus mulai menghantar dan lampu menyala. Garis putus-putus pada osiloskop artinya menandakan bahwa TRIAC belum aktif atau Arus yang mengalir pada TRIAC (IT) lebih kecil dari Arus penahan (IH).

• Pada osiloskop dapat juga dilihat bahwa arus yang mengalir pada TRIAC merupakan arus bolak-balik hal ini menunjukan karakteristik TRIAC dimana TRIAC dapat bekerja pada polaritas positif dan polaritas negative.

• Berbeda halnya dengan karakteristik tegangan pada TRIAC, untuk mengetahui karakteristik tegangan pada TRIAC itu sendiri dengan osiloskop, dapat dilihat pada Gambar 2.7.



Gambar 2.7 Tegangan pada TRIAC.

• Karateristik tegangan TRIAC pada osiloskop terlihat bahwa pada saat TRIAC belum aktif atau arus belum mengalir maka tegangan pada TRIAC sama besarnya dengan tegangan masukan yaitu tegangan arus bolak-balik. karakteristik ini dapat dilihat pada osiloskop Gambar 2.7. Tetapi setelah tegangan Anodanya lebih positif dibandingkan katodanya untuk pemicuan positif maka TRIAC aktif atau bekerja. sedangkan untuk pemicuan negative, tegangan katodanya lebih positif dibandingkan anodanya maka TRIAC juga aktif. . Karakteristik ini dapat dilihat pada garis putus-putus dalam osiloskop dimana pada saat itu TRIAC aktif atau arus mulai menghantar.



Gambar 2.8. Lissayous TRIAC

• Untuk melihat karateristik arus fungsi tegangan atau karakteristik lissayous antara arus yang mengalir pada TRIAC dengan tegangan pada TRIAC itu sendiri dapat dilihat pada Gambar 2.8. dimana tegangan mula-mula pada SCR sama dengan tegangan masukan setelah tegangan anodanya lebih positif dibandingkan katodanya untuk pemicuan positif dan tegangan katodanya lebih positif dibandingkan dengan anodanya untuk pemicuan negative maka TRIAC terpicu atau aktif sehingga ada arus yang mengalir pada TRIAC.

Image and video hosting by TinyPic


Selengkapnya...

Komponen Elektronika DIODA

DIODA

1.1 Karakteristik Dioda
Dioda merupakan salah satu komponen elektronika yang termasuk komponen aktif. Dibawah ini merupakan gambar yang melambangkan dioda penyearah.



Gambar Simbol Dioda

Sisi P disebut Anoda dan sisi N disebut Katoda. Lambang dioda seperti anak panah yang arahnya dari sisi P ke sisi N. Karenanya ini mengingatkan kita pada arus konvensional mudah mengalir dari sisi P ke sisi N.

Dalam pendekatan dioda ideal, dioda dianggap sebagai sebuah saklar tertutup jika diberi bias forward dan sebagai saklar terbuka jika diberi bias reverse. Artinya secara ideal, dioda berlaku seperti konduktor sempurna (tegangan nol) jika dibias forward dan seperti isolator sempurna (arus nol) saat dibias reverse.

Untuk pendekatan kedua, dibutuhkan tegangan sebesar 0,7 V sebelum dioda silikon konduksi dengan baik. Dioda dapat digambarkan sebagai suatu saklar yang diseri dengan tegangan penghambat 0,7 V. Apabila tegangan sumber lebih besar dari 0,7 V maka saklar akan tertutup. Sebaliknya apabila tegangan sumber lebih kecil dari 0,7 V maka saklar akan terbuka.

Dalam pendekatan ketiga akan diperhitungkan hambatan bulk (RB). Rangkaian ekivalen untuk pendekatan ketiga ini adalah sebuah saklar yang terhubung seri dengan tegangan 0,7 V dan hambatan RB. Saat tegangan dioda lebih besar dari 0,7 V maka dioda akan menghantar dan tegangan akan naik secara linier dengan kenaikan arus. Semakin besar arus, akan semakin besar tegangan dioda karena tegangan ada yang jatuh menyebrangi hambatan bulk.

1.2 Percobaan Karakteristik Dioda

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memahami karakteristik dioda yang berhubungan dengan tegangan dan arus, mengetahui cara mengukur parameter-parameter pada dioda dan mengetahui karakteristik dioda Zener.
Dari tujuan percobaan diatas, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

* Langkah pertama yaitu merangkai rangkaian seperti pada Gambar 1.4 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai disusun.
* Kemudian sumber tegangan di berikan pada rangkaian tersebut. Sumber tegangan yang digunakan adalah sumber tegangan searah (DC). Kondisi dioda pada saat itu belum aktif, hal ini disebabkan nilai tegangan sumber yang lebih kecil dari 0,7 V.
* Setelah nilai tegangan sumber dinaikkan, maka akan ada arus yang mengalir melewati dioda.
* Kita dapat mengetahui tegangan pada dioda (VD) dengan melihat Voltmeter, dan arus yang mengalir dengan melihat Amperemeter. Dari kedua nilai ini maka akan didapat nilai resistansi dioda saat konduksi.
* Kemudian percobaan diatas diulang dengan membalik tegangan tegangan bias dioda seperti yang ditunjukkan dalam gambar 1.5.

1.3 Penerapan Dioda

Hampir semua peralatan elektronika memerlukan sumber arus searah. Penyearah digunakan untuk mendapatkan arus searah dari suatu arus bolak-balik. Arus atau tegangan tersebut harus benar-benar rata tidak boleh berdenyut-denyut agar tidak menimbulkan gangguan bagi peralatan yang dicatu.

Dioda sebagai salah satu komponen aktif sangat popular digunakan dalam rangkaian elektronika, karena bentuknya sederhana dan penggunaannya sangat luas. Ada beberapa macam rangkaian dioda, diantaranya: penyearah setengah gelombang (Half-Wafe Rectifier), penyearah gelombang penuh (Full-Wave Rectifier), rangkaian pemotong (Clipper), rangkaian penjepit (Clamper) maupun pengganda tegangan (Voltage Multiplier).

1.4 Percobaan Penerapan Dioda

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari bermacam-macam rangkaian dioda dan sifat-sifatnya, membandingkan sinyal input dan output pada rangkaian dioda, mengetahui cara kerja rangkaian-rangkaian dioda, mengetahui perbandingan hasil antara teori dan praktek.

1.4.1 Penyearah Gelombang Penuh (Full-Wave Rectifier)

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
* Langkah pertama yaitu merangkai rangkaian seperti pada gambar dibawah ini dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai disusun.



Gambar Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh

* Kemudian hubungkan keluaran dari rangkaian tersebut dengan osiloskop.
* Selanjutnya sumber tegangan diberikan pada rangkaian tersebut. Sumber tegangan yang digunakan adalah sumber tegangan bolak-balik sinusoida.
* Setelah sumber tegangan diberikan maka akan dapat diketahui bentuk dari sinyal keluaran yang dihasilkan rangkaian penyearah tersebut melalui osiloskop. Seperti yang terlihat pada gambar.



Gambar Sinyal Keluaran Penyearah Gelombang Penuh

* Dari gambar dapat dilihat keluaran dari rangkaian penyerah gelombang penuh. Pada saat siklus positif, maka arus akan mengalir melewati dioda D1, menuju beban, kemudian melewati dioda D3. Dengan demikian akan dihasilkan nilai keluaran yang berkurang sebesar 1,4 V yang disebabkan oleh adanya 2 dioda yang dilewati. Ketika siklus negatif, arus akan mengalir melewati D2, menuju beban, kemudian melewati dioda D4. Keluaran yang dihasilkan saat siklus negatif akan berada pada nilai positif. Hal ini dikarenakan arus yang mengalir tetap melewati beban pada titik yang sama ketika siklus positif terjadi. Sehingga nilai tegangan keluaran tetap bernilai positif.


1.4.2 Clipper dan Clamper

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:

* Langkah pertama yang dilakukan yaitu merangkai rangkaian seperti pada Gambar 1.9 dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai disusun.
* Kemudian hubungkan keluaran dari rangkaian tersebut dengan osiloskop.
* Selanjutnya sumber tegangan diberikan pada rangkaian tersebut. Sumber tegangan yang digunakan adalah sumber tegangan bolak-balik sinusoida.
* Setelah sumber tegangan diberikan maka akan dapat diketahui bentuk dari sinyal keluaran yang dihasilkan rangkaian penyearah tersebut melalui osiloskop. Seperti yang terlihat pada gambar.
* Dari gambar dapat diketahui keluaran dari rangkaian clipper-clamper. Pada saat siklus negatif, nilai dari tegangan sumber akan tersimpan dalam kapasitor. Ketika siklus positif, nilai dari tegangan sumber akan ditambahkan dengan nilai tegangan yang tersimpan dalam kapasitor ketika siklus negatif sehingga nilainya menjadi dua kali nilai tegangan sumber. Nilai keluaran yang terjadi pada saat siklus negatif merupakan nilai dari tegangan dioda D1, dan pada saat siklus positif tegangan keluaran akan terpotong pada nilai dioda D2 yaitu 0,7 V.

1.4. Pengganda Tegangan

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
* Langkah pertama yang dilakukan yaitu merangkai rangkaian seperti pada gambar dibawah ini dimana sumber tegangan diberikan setelah rangkaian selesai disusun.



Gambar Rangkaian Pengganda Tegangan

* Kemudian hubungkan keluaran dari rangkaian tersebut dengan osiloskop.
* Selanjutnya sumber tegangan diberikan pada rangkaian tersebut. Sumber tegangan yang digunakan adalah sumber tegangan bolak-balik sinusoida.
* Setelah sumber tegangan diberikan maka akan dapat diketahui bentuk dari sinyal keluaran yang dihasilkan rangkaian penyearah tersebut melalui osiloskop. Seperti yang terlihat pada gambar.



Gambar Sinyal Keluaran Pengganda Tegangan

* Dari gambar dapat diketahui keluaran dari rangkaian pengganda tegangan. Pada saat siklus negatif pertama, nilai dari tegangan sumber akan disimpan dalam kapasitor C1. Ketika siklus positif, maka nilai dari tegangan sumber akan dijumlahkan dengan nilai tegangan yang tersimpan dalam kapasitor C1 ketika siklus negative yang kemudian disimpan kapasitor C2. Dan nilai tegangan keluaran adalah dua kali nilai tegangan sumber. Ketika siklus negatif kedua, maka nilai tegangan keluaran adalah nilai tegangan yang tersimpan dalam kapasitor C2.

Image and video hosting by TinyPic


Selengkapnya...

Cara Setting Blog

Sabtu, 25 April 2009

Bagi para sobat yang baru membuat blog, ada beberapa settingan / pengaturan yang harus di lakukan agar blog kita bisa di kenali mesin pencari semisal Google,yahoo, Msn serta teman-temannya yang lain. Bila belum tahu apa yang harus di setting, silahkan ikuti langkah-langkahnya :
1. Silahkan sobat Login ke blogger.com dengan user name dan password milik sobat
2. Klik judul blog yang mau di setting ( jika sobat sudah mempunyai beberapa blog)
3. Klik Pengaturan, trus klik Dasar. Beberapa form yang harus di isi pada menu

Dasar :
* Judul ⇒ isi dengan judul blog sobat. Contoh : Blogspot Tutorial
* Uraian ⇒ isi dengan deskripsi blog sobat. Contoh : disini kita akan berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar Blog
* Tambahkan blog Anda ke daftar kami? ⇒ pilih ya agar setiap posting kita selalu masuk di daftar Blogger.com.
* Biarkan mesin pencari menemukan blog Anda? ⇒ pilih ya
* Tampilkan Editing Cepat di Blog Anda? ⇒ pilih Ya
* Tampilkan Link Posting Email? ⇒ Sebaiknya pilih ya, tapi pilih tidak juga tidak apa-apa
* Konten Dewasa? ⇒ Pilih tidak. Kalau pilih ya berarti blog anda di anggap blog untuk dewasa (semacam blog porno)
* Tampilkan Mode Compose untuk semua blog Anda? ⇒ pilih Ya
* Aktifkan transliterasi? ⇒ pilih Tidak, jika anda ingin ada button untuk mengubah biasa ke hurup hindi (India), pilih ya jika sebaliknya)
* Klik tombol Simpan Pengaturan . Selesai

4. Klik Publikasi untuk mengatur menu Publikasi :
* Alamat Blog*Spot ⇒ isi dengan nama blog sobat. Contoh : kolom-tutorial. Biasanya alamat yang tercantum adalah langsung alamat blog anda, jadi jangan di ubah aja.
* Klik tombolSimpan pengaturan. Selesai

5. Klik Format untuk mengatur menu format :
* Tampilkan ⇒ pilih angka posting yang ingin anda tampilkan. Missal : Tampilkan : 6 posting, berarti posting yang akan tampil di halaman blog sobat adalah sebanyak enam posting. Pilih posting (jangan hari) pada menu pulldown.
* Format Header Tanggal ⇒ pilih model tanggal/bulan yang anda sukai, Format tanggal/bulan ini akan selalu muncul diatas postingan kita.
* Format tanggal Index Arsip ⇒ pilih model untuk peng-arsip-an yang anda sukai.
* Format Timestamp ⇒ Pilih bentuk waktu yang anda sukai.
* Zona Waktu ⇒ Pilih zona waktu yang sesuai. Contoh untuk WIB : [UTC-+7.00]Asia/Jakarta.
* Bahasa ⇒ Pilih bahasa yang di inginkan.
* Tampilkan Field judul ⇒ Pilih ya
atau tidakpun tidak apa-apa
* Tampilkan kolom link ⇒ pilih ya, tapi seandainya pilih tidak juga tidak apa-apa.
* Aktifkan perataan float ⇒ pilih ya, tapi seandainya mau pilih tidak juga tidak apa-apa
* Klik tombol Simpan Pengaturan. Selesai

6. Klik Komentar Untuk mengatur menu komentar :
* Komentar ⇒ pilih tampilkan, ini agar artikel anda dapat di komentari oleh pengunjung
* Siapa yang Bisa Berkomentar ? ⇒ Pilih Siapa pun - termasuk Pengguna Anonim. Ini di maksudkan agar setiap orang bisa berkomentar tidak terbatas kepada anggota blogspot saja.
* Default Komentar untuk Posting ⇒ pilih Posting baru memiliki komentar.
* Link balik ⇒ Pilih tampilkan. Ini dimaksudkan agar kita mengetahui apabila ada yang memasang link pada artikel kita.
* Default Link Balik untuk Posting ⇒ pilih Posting baru Memiliki Link Balik.
* Format Timestamp Komentar ⇒ pilih format jam yg singkat. Contoh: 8.00 PM.
* Tampilkan komentar dalam sebuah window popup? ⇒ pilih Ya. Supaya ketika di klik oleh pengunjung, halaman blog anda tidak menghilang/tertimpa halaman komntar.
* Aktifkan moderasi komentar? ⇒ pilih Tidak (sebaiknya).
* Tampilkan verifikasi kata untuk komentar? ⇒ pilih Ya. ini di maksudkan agar terhindar dari software robot dengan tujuan melakukan spam.
* Tampilkan gambar profil dalam komentar? ⇒ pilih ya. Supaya gambar komentator yg punya id blogger, dapat menampilkan fotonya.
* Email Pemberitahuan Komentar ⇒ isi dg alamat email anda, ini di maksudkan agar setiap ada yang berkomentar pada artikel anda, anda dapat kiriman email dari blogger.com sebagai pemberitahuan.
* Klik tombol Simpan Pengaturan. Selesai

7. Klik Arsipkan Untuk mengatur menu Arsipkan :
* Frekuensi Arsip ⇒ pilih Bulanan.
* Aktifkan Halaman Posting? ⇒ pilih ya.
* Klik tombol Simpan Pengaturan . Selesai.

8. Klik Fedd Situs untuk mengatur menu feed situs :
* Izinkan Feed Blog ⇒ pilih Penuh.
* Posting URL Pengubahan Arah Feed ⇒ di isi dengan alamat feed penggati semisal alamat feed dari feed burner, jika belum punya, di kosongkan saja.
* Footer Feed Posting ⇒ Silahkan di isi dengan kode iklan yang anda punya, misal kode iklan dari Google adsense dsb, namun jika tidak punya, silahkan kosongkan saja.
* Klik tombol Simpan Perubahan. Selesai.

Satu pekerjaan sudah selesai, tinggal menyongsong pekerjaan lainnya..

dikutip dari : http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/04/cara-setting-blog.html

Image and video hosting by TinyPic


Selengkapnya...

SEMINAR NASIONAL "WAJIB BELAJAR DIKNAS 9 TAHUN"

Rabu, 22 April 2009

Pendidikan Gratis
Pendidikan gratis 9 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan program yang sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan rakyat Indonesia, dimana sumber daya manusia merupakan pilar yang menopang pembangunan negara Indonesia. Dengan pilar yang kokoh diharapkan negara Indonesia semakin maju dengan cepat sejajar dengan negara-negara lain di dunia. Pendidikan gratis sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, karena pendidikan merupakan hak rakyat Indonesia untuk memperolehnya.

Seminar Nasional Pendidikan
Untuk mendukung program pemerintah tersebut, maka sosialisasi diperlukan agar pendidikan gratis 9 tahun dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu DIKNAS Kabupaten Tegal menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan dengan pembicara Mendiknas RI. Mendiknas Prof. Dr. Bambang Sudibyo, pada hari Senin tanggal 30 April 2009 direncanakan akan menjadi pembicara dalam seminar nasional pendidikan dengan tema Sosialisasi Pendidikan Gratis Wajar 9 Tahun, bertempat di aula SMKN 1 Adiwerna.
Dalam acara tersebut juga telah diagendakan penandatanganan prasasti oleh MENDIKNAS RI tentang peresmian gedung Teaching Factory SMKN 1 Adiwerna, Penggunaan Ruang Kelas Baru SMKN 2 Slawi dan gedung Bussines School SMKN 1 Slawi.
Acara tersebut juga bertepatan dengan agenda Hari Ulang Tahun SMK Negeri 1 Adiwerna ke-30 (1 April 1979 - 1 April 2009).
Image and video hosting by TinyPic


Selengkapnya...

HUT SMK NEGERI 1 ADIWERNA

Selasa, 21 April 2009

Sejarah SMK Negeri 1 Adiwerna

Berdasarkan SK Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Tegal tanggal 7 Januari 1978 Nomor : Sekr. VI/01/14/Kpts/78 berdiri STM Pemda Tegal yang beralamat di Jalan Gajah Mada No. 84 Kota Tegal.
Pada tanggal 1 April 1979 STM Pemda Tegal di- negeri- kan dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 0190/0/1979 menjadi STM Negeri Tegal.

Mulai tahun 1982 melalui bantuan Asian Development Bank (ADB), bangunan baru sekolah didirikan beserta segala fasilitasnya yang cukup lengkap di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, dengan areal tanah seluas 4,8 hektare. Pada tahun 1985 seluruh aktifitas sekolah dipindahkan ke lokasi baru di Adiwerna dan dikenal luas dengan sebutan STM ADB Tegal.
Dengan adanya perubahan Nomenklatur SMKTA menjadi SMK pada tahun 1997, berdasar SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 036/0/1997 maka STM Negeri Tegal atau yang lebih dikenal dengan STM ADB Tegal berubah sebutannya menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Adiwerna Kabupaten Tegal.


Lustrum SMKN 1 Adiwerna
Tahun 2009 merupakan tahun ke-30 pendirian SMK Negeri 1 Adiwerna. Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun SMK N 1 Adiwerna yang ke-30, dilaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya pertandingan sepak bola, bola volly, tenis lapangan, galang tangkas, karya ilmiah remaja,lomba band, bakti sosial, donor darah dan jalan sehat. Puncak acara peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh bapak kepala sekolah Drs. Zarnuji, MM. serta diadakan pembagian hadiah bagi pemenang lomba dan pembagian doorprize.

Image and video hosting by TinyPic


Selengkapnya...